Electronic voting adalah sebuah metode pemungutan suara dan penghitungan suara dalam suatu pemilihan dengan menggunakan perangkat elektronik. Tujuan dari electronic voting adalah menyelenggarakan pemungutan suara dengan biaya hemat dan penghitungan suara yang cepat dengan menggunakan sistem yang aman dan mudah untuk dilakukan audit. Dengan e-voting Perhitungan suara akan lebih cepat, bisa menghemat biaya pencetakan surat suara, pemungutan suara lebih sederhana, dan peralatan dapat digunakan berulang kali untuk Pemilu dan Pilkada.

Pengembangan pelaksanaan Pemilu yang lebih baik telah terus ditindaklanjuti dengan mengikuti kemajuan teknologi.Tentu pada awal Penerapannya e-voting membutuhkan perencanaan yang menyeluruh, terkait dana, sumber daya manusia, perangkat lunaknya, dan kesiapan teknologi itu sendiri.Selain itu peningkatan pelatihan bagi personil KPU dalam mengendalikan dan mengintegrasikan data center dilakukan pelatihan yaitu bidang aplikasi, prosedur dan infrastruktur yang akan digunakan dalam metode ini.selain itu dibutuhkan sebuah standar electronic voting system untuk mendukung perancangan, pembangunan dan pengujian sistem e-voting. Selain itu pula diperlukan juga adanya lembaga penguji independen yang menguji sistem e-voting, untuk meyakinkan kepada publik bahwa sistem ini bisa berjalan dengan baik.

Mahkamah Konstitusional (MK) dalam keputusannya memperbolehkan diadakannya e-voting di Indonesia sejauh tidak melanggar asas pemilihan umum (pemilu) yaitu Langsung Umum Bebas dan Rahasia serta asas Jujur dan Adil,tentu juga tersedianya fasilitas penunjang e-voting baik dari sisi teknologi maupun SDM nya.

E-voting bukanlah sebuah metode yang baru, India, Amerika Serikat, telah melakukan Pemilu Parlemen dengan cara tersebut. Tidak hanya di luar negeri, di Bali, tepatnya di Kabupaten Jembrana, telah dilakukan puluhan kali e-voting untuk Pemilihan Kepala Dusun, Pada 2017 Kabupaten bantaeng dalam pemilihan kepala desa telah menggunakan metode e-voting, pada 2018 lalu Pemilihan Kepala Desa di kabupaten pemalang juga menggunakan e-voting dan baru-baru ini Juni 2019 lalu beberapa desa di kabupaten Boyolali telah menggunakan metode e-voting dalam pemilihan kepala desa,Menyusul kabupaten magetan pada november 2019 mendatang.Selain dipulau jawa juga terdapat banyak desa di pulau kalimantan dan sulawesi telah menggunakan e-voting dalam pemungutan suara dalam pemilihan Kepala Desa.Hingga saat ini sudah ribuan desa di Indonesia yang sudah menerapkan metode pemungutan suara melalui Aplikasi e-voting.

Pemungutan suara elektronik atau e-voting adalah suatu bentuk pemungutan suara yang biasanya digunakan untuk pemilihan umum maupun poling menggunakan media elektronik. Pergeseran penggunaan media yang dahulu konvensional dan di era teknologi saat ini sudah banyak ragam media yang dapat digunakan untuk melakukan jajak pendapat.Dalam hal ini Media Cyber Teras Way Kanan secara bersama-sama dengan Media Online Lampung Jaya Net menggunakan aplikasi e-voting ini sebagai media Jejak Pendapat (poling) dalam Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Waykanan tahun 2020.Proses ini berlangsung sejak Masa Kampanye sampai dengan masa tenang yang telah ditentukan KPU Way Kanan dan pada H-1 Pelaksanaan pemungutan suara poling akan ditutup.Hasil perolehan dukungan masing-masing kandidat dapat di cek secara berkala di menu Perolehan Suara diatas, dan pada hari pemungutan suara situs REALCOUNT akan bekerja sebagai situs hitung cepat dengan metode real dengan hanya menampilkan berdasarkan hasil yang dilaporkan oleh petugas pada masing-masing TPS (bukan metode sampel TPS).

Untuk dapat memberikan dukungan melalui poling ini,silakan klik menu E-Poling bagi yang sudah mendaftar.Jika belum Silakan mendaftar sekarang